Harian Semangat.com
TANGERANG – Amanda Brownies tampil diajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 untuk memperluas jaringan pasar dan menjaring lebih banyak pembeli dari berbagai negara.
Pameran dagang terbesar di Indonesia tersebut resmi dibuka pada Rabu (14/10/2026) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Amanda Brownies memperluas pemasaran ke pasar internasional dengan Malaysia sebagai salah satu negara tujuan pada 2026. Perusahaan makanan yang berdiri sejak 1999 itu juga terus memperkuat strategi ekspansi global.
Area Manager Amanda Brownies Sugiarto Hadinoto mengatakan, ekspansi tersebut bertujuan memperluas pemasaran sekaligus memperkenalkan produk khas Indonesia kepada konsumen luar negeri.
“Untuk menuju pasar global, ini merupakan langkah perusahaan dalam memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkenalkan produk khas Indonesia kepada konsumen di luar negeri,” ujar Sugiarto saat ditemui awak media pada Rabu (14/10/2026), di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar Malaysia, produk Amanda Brownies saat ini dikirim langsung dari Indonesia. Perusahaan juga membuka peluang mengembangkan jalur produksi dan distribusi dari wilayah yang lebih dekat dengan negara tujuan ekspor guna meningkatkan efisiensi distribusi.
Amanda Brownies tetap mengandalkan brownies original sebagai produk unggulan. Saat ini, perusahaan memiliki sekitar 60 varian produk yang terus dikembangkan, termasuk makanan ringan dan produk ritel seperti cookies.
“Pengembangan produk terus kami lakukan agar pilihan bagi konsumen semakin beragam. Tidak hanya brownies, kami juga mengembangkan kategori makanan ringan dan produk ritel, termasuk cookies,” jelasnya.
Sugiarto menyebutkan, tantangan ekspansi internasional adalah menjaga konsistensi kualitas produk hingga sampai ke konsumen. Karakteristik penyimpanan dan distribusi produk makanan perlu disesuaikan dengan kondisi negara tujuan.
Untuk mendukung distribusi, Amanda Brownies mengembangkan brownies beku atau frozen brownies. Adapun brownies reguler memiliki masa simpan sekitar 45 hari, sehingga pengelolaan pengiriman dan distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga mutu produk.
Melalui inovasi produk dan strategi distribusi, Amanda Brownies berharap dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Perusahaan juga berharap partisipasi dalam pameran dan promosi perdagangan membuka peluang kerja sama dengan pembeli internasional.
“Kami berharap ke depan semakin banyak buyer dari luar negeri yang tertarik dengan produk Amanda Brownies, sehingga peluang ekspor dapat terus berkembang dan produk Indonesia semakin dikenal di pasar internasional,” pungkasnya.
Dengan pengalaman usaha sejak 1999, Amanda Brownies menjadikan ekspansi internasional sebagai strategi untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk Indonesia kepada konsumen dunia.

