Harian Semangat.com
Jakarta, Pameran teknologi kelapa sawit internasional PALMEX Jakarta 2026 kembali digelar untuk edisi ke-16 pada 6–7 Mei 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran. Ajang ini menjadi momentum penting untuk mendorong inovasi dan transformasi digital di industri sawit global.
PT NST Sawit Teknik Perkenalkan Palm Kernel Oil Expeller NST 35 PK di Ajang Pameran Industri Sawit.

Perusahaan manufaktur dan teknik industri kelapa sawit, PT NST Sawit Teknik, terus memperkuat eksistensinya di sektor pengolahan sawit nasional. Dalam ajang pameran industri terbaru, perusahaan ini memperkenalkan berbagai solusi mesin untuk mendukung efisiensi industri kelapa sawit di Indonesia.
PT NST Sawit Teknik dikenal bergerak di bidang crude oil filter press machine dan telah lama menjadi bagian dari rantai industri pengolahan sawit nasional. Salah satu inovasi terbaru yang diperkenalkan perusahaan adalah mesin Palm Kernel Oil Expeller NST 35 PK yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses ekstraksi minyak inti sawit.
Lucky Chua selaku Business Development Supervisor PT NST Sawit Teknik mengatakan bahwa produk tersebut merupakan mesin impor dari Malaysia yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar industri sawit di Indonesia.
“Untuk produk Palm Kernel Oil Expeller NST 35 PK ini kami impor dari Malaysia dan kami hadirkan untuk membantu industri sawit mendapatkan proses ekstraksi kernel yang lebih maksimal dan efisien,” ujar Lucky Chua saat ditemui di lokasi pameran.
Ia juga menjelaskan bahwa PT NST Sawit Teknik memiliki perjalanan panjang dalam industri sawit nasional. Pada periode 2004 hingga 2019, perusahaan pernah menjalin kerja sama strategis dengan PT Musim Mas Group.
Berdasarkan perjanjian eksklusif selama 15 tahun tersebut, NST menjadi salah satu tulang punggung operasional inti bagi Musim Mas, khususnya dalam penanganan rekayasa, pengadaan, hingga komisioning untuk Pabrik Penghancur Kernel atau Kernel Crushing Plant (KCP).
“Dari tahun 2004 sampai 2019 kami pernah bekerja sama dengan PT Musim Mas. Setelah itu sejak 2019 NST berdiri mandiri, namun untuk beberapa kebutuhan kami masih memasok sparepart,” jelas Lucky Chua.
Menurutnya, pengalaman panjang bersama grup besar seperti Musim Mas menjadi modal penting bagi NST untuk terus berkembang dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap kualitas teknologi serta layanan perusahaan.
Langkah mandiri yang kini dijalankan NST juga membuka peluang lebih luas untuk mengembangkan pasar dan memperkenalkan teknologi terbaru kepada pelaku industri sawit di Indonesia.
Melalui pameran ini, PT NST Sawit Teknik berharap dapat memperluas jaringan bisnis sekaligus memperkenalkan kualitas produk mereka kepada perusahaan-perusahaan sawit nasional maupun internasional.
“Kami berharap melalui pameran ini NST bisa semakin dikenal luas, mendapatkan mitra baru, serta membantu industri sawit Indonesia berkembang dengan teknologi dan mesin yang lebih modern serta efisien,” tutup Lucky Chua.

