Berita Terkini,Bisnis

“Maha Kimia Indonesia Perkenalkan Empat Bahan Baku Herbal Unggulan di FI Asia 2026”

Spread the love

Harian Semangat.com

JAKARTA — PT Maha Kimia Indonesia memperkenalkan sejumlah bahan baku kesehatan berbasis herbal dan functional food dalam ajang Food Ingredients (FI) Asia 2026 yang berlangsung pada 16–18 September 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Melalui divisi Living Sciences, Maha Kimia Indonesia menampilkan berbagai produk bahan baku kesehatan unggulan dari para produsen (principal) mancanegara. Kehadiran perusahaan dalam pameran tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai bahan baku alami tersebut kepada pasar industri Indonesia.

Dedi Purwanto, Business Head Living Sciences PT Maha Kimia Indonesia, mengatakan Maha hadir sebagai distributor tunggal di Indonesia untuk memperkenalkan empat bahan baku herbal berkualitas tinggi yang memiliki berbagai manfaat dan potensi aplikasi pada industri kesehatan, pangan fungsional, hingga produk nutrisi.

Keempat bahan baku tersebut yakni Pomanox (Pomegranate Extract), Perfix (Persimmon Fruit Extract), Fenugreek Extract, dan Fibreglide.

Pomanox merupakan bahan baku berupa ekstrak buah delima alami asal Spanyol. Bahan ini memiliki potensi aplikasi untuk produk yang berkaitan dengan kecantikan kulit, kesehatan organ tubuh, serta kesehatan kardiovaskular.

Produk berikutnya adalah Perfix atau Persimmon Fruit Extract, berupa ekstrak alami buah kesemek asal Spanyol. Produk berbentuk serbuk ini dikembangkan untuk membantu program penurunan berat badan atau weight loss dengan tetap mendukung pemeliharaan massa otot.

Sementara itu, Fenugreek Extract merupakan bahan baku yang diimpor dari India. Bahan herbal ini dikenal memiliki potensi untuk mendukung vitalitas dan daya tahan tubuh pria, serta dapat diaplikasikan sebagai bahan ASI booster bagi ibu menyusui.

Adapun Fibreglide merupakan bahan baku berbasis psyllium husk dari India. Salah satu keunggulannya adalah karakteristik bahan yang tidak mudah menggumpal. Kandungan seratnya juga memberikan efek kenyang sehingga berpotensi diaplikasikan dalam produk penunjang program penurunan berat badan atau slimming.

Menurut Dedi, bahan-bahan baku tersebut sebelumnya telah didistribusikan di sejumlah pasar Eropa dan Asia, termasuk Malaysia. Sementara untuk pasar Indonesia, produk-produk tersebut masih berada dalam tahap awal pengembangan dan pengenalan pasar (market introduction).

“Melalui pameran FI Asia 2026, kami ingin memperkenalkan bahan baku ini lebih luas kepada pelaku industri Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja sama untuk pengembangan produk berbasis bahan alami dan functional food,” ujar Dedi.

Ia menambahkan, bahan baku ekstrak alami yang berasal dari Spanyol dan India, seperti ekstrak delima (Pomegranate) dan kesemek (Persimmon), memiliki standar mutu yang tinggi. Produk-produk tersebut juga memiliki masa simpan hingga dua tahun sehingga dapat mendukung kebutuhan industri dalam pengembangan dan produksi.

Keikutsertaan Maha Kimia Indonesia di FI Asia 2026 diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pemahaman pasar Indonesia terhadap bahan baku herbal berkualitas dari mancanegara.

Selain itu, Maha berharap pameran ini dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi dengan produsen makanan dan minuman, industri nutrisi, suplemen, kesehatan, serta pelaku industri functional food di Indonesia.
“Kami berharap melalui FI Asia ini semakin banyak industri yang mengenal dan melihat potensi dari bahan-bahan baku yang kami bawa. Harapannya, dari tahap pengenalan pasar ini dapat berkembang menjadi kerja sama dan aplikasi produk secara nyata di Indonesia,” kata Dedi.

Maha Kimia Indonesia juga melihat perkembangan industri functional food dan produk berbasis bahan alami di Indonesia sebagai peluang untuk menghadirkan bahan baku inovatif yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan konsumen dan industri dalam negeri. (e).

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *