Harian Semangat.com
Jakarta. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggelar Holding UMKM Expo 2025 pada 22–24 Desember 2025 di Exhibition Hall SMESCO Indonesia untuk memperluas akses pasar UMKM sekaligus memperkuat ekosistem bisnis yang terintegrasi
Sago Mee, Mie Instan Pertama dari Sagu di Indonesia: Bebas Gluten, Rendah Gula, dan Lebih Sehat hadir di holding umkm expo 2025.
Indonesia kembali mencatat inovasi pangan lokal melalui kehadiran Sago Mee, mie instan pertama di Tanah Air yang terbuat dari sagu. Produk ini menawarkan keunggulan utama berupa bebas gluten dan rendah indeks glikemik, sehingga menjadi pilihan sehat bagi masyarakat yang peduli pada pola makan seimbang.
Diproduksi dari bahan baku sagu pilihan asal Bangka Belitung, Sago Mee hadir sebagai solusi mie instan berbasis pangan lokal yang ramah bagi penderita intoleransi gluten maupun mereka yang ingin menjaga kadar gula darah. Inovasi ini sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya alam Indonesia yang berkelanjutan.
Dari sisi kepraktisan, Sago Mee tetap mempertahankan kemudahan khas mie instan. Produk ini cukup diseduh dengan air panas selama tiga menit, sehingga cocok dikonsumsi oleh masyarakat dengan mobilitas tinggi tanpa mengorbankan aspek kesehatan.
Sago Mee tersedia dalam enam varian rasa yang dirancang untuk menyesuaikan selera konsumen Indonesia, mulai dari rasa gurih klasik hingga cita rasa khas Nusantara. Keberagaman varian ini diharapkan dapat menjangkau berbagai kalangan, dari anak muda hingga keluarga ucap Prasna Ruseo selaku owner dari Sago mee.
Menjamin keamanan dan kehalalan produk, Sago Mee telah mengantongi izin BPOM serta sertifikat halal, sehingga aman dikonsumsi dan memenuhi standar pangan nasional. Produk ini diproduksi di bawah kepemilikan Prasna Ruseno, yang berkomitmen menghadirkan inovasi pangan sehat berbasis kearifan lokal Indonesia, ucapnya
Kehadiran Sago Mee diharapkan tidak hanya memperkaya pilihan mie instan di pasar nasional, tetapi juga mendorong peningkatan nilai ekonomi sagu sebagai komoditas unggulan daerah serta memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal, pungkasnya.

