Harian Semangat.com
Jakarta — Forum Silaturahmi Boemi Nusantara (FSBN) menggelar acara Silaturahmi Nasional sebagai langkah awal menuju Kongres Besar FSBN Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh Dewan Pendiri, Dewan Pembina, para pengurus, serta tokoh-tokoh daerah yang selama ini menjadi motor penggerak organisasi , acara dilaksanakan pada Jum’at 12 Desember 2025 di Shabu Kojo Premium Satria Mandala, Jaksel.

AMANAT AD/ART FSBN
1. Pada Muqaddimah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Forum Silaturrahim
Boemipoetra Nusantara (FSBN) bahwa Presiden dan Wakil Presiden ialah “orang
Indonesia”. Ini upaya pembelaan atau perlindungan superioritas Boempipoetra
Nusantara. Jika ada pihak asal bangsa lain menuduh upaya itu adalah rasis, “salah
secara ilmu, tidak valid menurut hukum, salah secara moral, dan tidak adil secara
sosial”.
2. Pada tanggal 17 Oktober 2026, masa bhakti kepengurusan 2021-2026 akan berakhir.
Maka sesuai dengan amanat AD/ART pasal 12 bahwa “Kongres Nasional FSBN
dilaksanakan satu kali dalam tiap 5 (lima) tahun yang diikuti semua Dewan Pimpinan
Wilayah (DPW) FSBN”. Oleh karena itu maka Panitia Pelaksana Kongres
Boemipoetra Nusantara 2026 persiapan dilakukan sejak dini.
B. KEPANITIAAN KONGRES
1. Pembina: Bapak Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno, SH.
2. Penasehat: Bapak Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat.
3. Ketua Steering Committee: YM Dr. Shechan Shahab
4. Ketua Organizing Committee: M.D. La Ode
5. Sekretaris: Ida Made Sugita, S.Ag., M.Phil. H
6. Bendahara: Brigjen TNI (Purn) Edy Purwanto.

C. ACARA KONGRES BOEMIPOETRNUSANTARA 2026
1. Dimulai dengan 7 (tujuh) acara Pra-Kongres dengan ritme tiap bulan ada acara Pra-Kongres. Menurut rencana dimulai dengan Pra-Kongres di Jakarta pada tanggal 20 Desember 2025. Disusul Medan (Sumut) pertengahan Januari 2026, Bandung Februari, Palembang Maret 2026, Bali April 2026, Surabaya Mei 2026, dan Yogyakarta Juni 2026.
2. Setelah rehat sebentar fokus untuk memasuki acara puncak Kongres Boemipoetra
Nusantara ke-II di Makassar. Sebagai catatan bahwa semua recana tersebut masih
bersifat tentatif. Bisa saja titik-titik lokasi Pra-Kongres itu berubah ke daerah lain.
Demikian pula dengan Tuan Rumah Kongres Boemipoetra Nusantara bisa bergeser ke
kota lain.
D. LATAR BELAKANG FSBN
Adapun latar belakang lahirnya FSBN adalah faktor ideologis-nasionalisme. Dari
aspek sejarah kerajaan besar di Nusantara secara realistik bahwa kelompok-kelompok etnis Boemipoetra Nusantara memiliki budaya politik agresif, arif bijakasana, toleransional, dan internasionalisme. Indikatornya ialah wilayah kekuasan Sriwijaya hingga di daratan Asia Tengga.
Kemudian Kerajaan Majapahit seluas Nusantara saat ini. Kedua kerajaan besar
Nusantara itu, berlangsung sejak tahun 200 hingga tahun 1596. Kelanggenganya selama
1396 tahun. Nah, pada tahun 1596 Non Pribumi Belanda masuk menjajah Nusantara
hingga tanggal 17 Agustus 1945. Jadi selama 3,5 abad lamanya bangsa Nusantara dijajah
Non Pribumi Belanda. Selama itu, Pribumi Nusantara bersikap adaptatif terhadap musuh
negara. Tujuannya agar bisa bertahan hidup saja sambil berjuang untuk merdeka. Fase 3,5
abad itu adalah indikator runtuhnya keperkasaan budaya politik kelompok-kelompok etnis Nusantara. Tetapi atas berkat dan rahmat Allah SWT, tanggal 17 Agustus 1945
Kemerdekaan Bangsa Indonesia diproklamasikan oleh YM Soekarno-Hatta.
Dalam pada itu, Indonesia merdeka penuh hingga di akhir era Orde Baru dengan pemimpin kuat YM Presiden Jenderal Soeharto.
Namun Era Reformasi mulai tanggal 21 Mei 1998 hingga saat ini, Indonesia kembali berstatus “The Colonies of Nations”. Status ini terjadi akibat buruk dari hasil amandemen UUD 1945. Dalam amandemen itu, entah disadari elitte politik nasional atau tidak, kedaulatan negara dicabut kemudian dibagikan kepada bangsa lainya.
Padahal menurut JJ. Rousseau “kedulatan tidak bisa dicabut dan kedaulatan tidak bisa dibagi”. Di sini, sekali lagi Boemipoetra Nusantara bersikap “adaptasi musuh asal bangsa lainnya”.
Sikap ini akibat kuatnya tekanan international issues yakni: demokrasi, HAM,
diskriminasi, Rasis, dan intoleran. Padahal international issus itu, dalam rangka
menegakkan kedaulatan negara dan politik negara menjadi perhatian yang kesekian.
Lihat contoh perang Hamas-Israel. Hamas menyerang mendadak Israel saat warga Israel tengah tidur lelap. Banyak yang korban jiwa dan luka-luka. Tujuannya untuk mencapai
kemerdekaan Palestina dalam rangka membangun kedaulatan negara dan politik negara Palestina. Sebaliknya Israel yang sudah didadak, membalas serangan Hamas dengan cara yang lebih berat.
Tujuan Israel adalah mempertahankan kedaulatan negara dan politik negaranya dari ancaman dan gangguan bangsa lain.
Dengan timbulnya rasa kesadaran bela negara karena adanya ancaman bangsa lain
terhadap Indonesia itu, maka 17 tokoh nasionalis Boemipoetra Nusantara saat ini,
bersepakat untuk mendirikan FSBN guna mengembalikan kedaulatan negara dan politik
negara ke khitahnya bagai Negara Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 oleh Proklamator
YM Soekarno-Hatta. Visi dan Misinya ialah “Pribumi Menjadi Tuan di Negeri Sendiri”.
Sikap budaya politik itu, berlaku juga pada 193 negara negara anggota PBB saat ini.

E. CALON KETUA UMUM
Panitia pelaksana Kongres Boemipoetra Nusantara telah melakukan seleksi calon
Ketua Umum yakni Bapak Marsekal Madya TNI (Purn) Kisenda Wiranatakusumah, MA.
Beliau mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Latar belakang kelompok
etnis Sunda. Dikenal pula dengan Nasionalis Priayi Sunda. Beliau putera dari Letjen TNI
(Purn) Ahmad Wiranatakusumah.
Jakarta, 12 Desember 2025
Ketua Panpel
M.D. La Ode

