Berita Terkini,Bisnis

“IQSI” Soroti Pentingnya Konstruksi Modular dalam Seminar Industrialized Construction di Megabuild 2026″

Spread the love

Harian Semangat.com

Tangerang, 6 Juni 2026 – Seminar bertema Industrialized Construction and Modular Construction menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian pengunjung dalam rangkaian pameran Megabuild 2026 yang berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang, Sabtu (6/6/2026).

Seminar tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di sektor konstruksi, termasuk perwakilan dari Ikatan Quantity Surveyor Indonesia (IQSI).

Ketua Umum Widitomo Hari Puntaadi menjelaskan bahwa perkembangan IQSI saat ini menunjukkan tren yang positif. Menurutnya, organisasi profesi yang menaungi para quantity surveyor di Indonesia tersebut memiliki jumlah anggota yang cukup banyak, meskipun sekitar 200 anggota tercatat aktif dalam berbagai kegiatan organisasi.
“IQSI terus berupaya mengayomi profesi quantity surveyor di Indonesia. Kami juga rutin menyelenggarakan berbagai seminar dan kegiatan edukasi untuk meningkatkan kemampuan serta wawasan anggota,” ujarnya.

Widitomo menambahkan, IQSI juga mendorong peningkatan kompetensi anggotanya melalui program sertifikasi profesi. Selain itu, organisasi tersebut terus mengedukasi anggotanya mengenai pentingnya digitalisasi dalam industri konstruksi.

Menurutnya, profesi quantity surveyor masih menghadapi tantangan dalam penerapan teknologi digital.

Selain membutuhkan investasi yang tidak sedikit, tingkat adopsi pasar terhadap digitalisasi konstruksi juga belum optimal. Di sisi lain, kondisi industri konstruksi nasional pada tahun ini dinilai belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Digitalisasi menjadi kebutuhan, tetapi implementasinya masih menghadapi berbagai kendala. Pemerintah sudah mulai memberikan dukungan, namun pasar belum sepenuhnya menyerap perkembangan tersebut karena masih ada sejumlah tantangan di sektor konstruksi,” katanya.

Dalam seminar tersebut, salah satu topik utama yang dibahas adalah konstruksi modular sebagai bagian dari konsep industrialisasi konstruksi. Widitomo menjelaskan bahwa sistem modular dapat mempercepat proses pembangunan sekaligus meningkatkan efisiensi pekerjaan di lapangan.

Menurutnya, metode konstruksi modular dilakukan dengan memproduksi berbagai komponen bangunan melalui proses fabrikasi di pabrik, kemudian dirakit di lokasi proyek. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibandingkan metode konstruksi konvensional yang selama ini banyak digunakan.

“Dengan sistem modular, berbagai komponen bangunan sudah dipersiapkan dan diproduksi terlebih dahulu di pabrik. Setelah itu tinggal dirakit di lokasi proyek. Proses ini dapat mempercepat pekerjaan konstruksi dan berpotensi meningkatkan efisiensi biaya maupun waktu pelaksanaan,” jelasnya.

Melalui seminar ini, IQSI berharap para pelaku industri konstruksi dapat semakin memahami manfaat industrialisasi konstruksi dan sistem modular sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing sektor konstruksi Indonesia di masa mendatang. ( w).

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *