Harian Semangat.com
Refleksi Hari Pendidikan Nasional :

Perbedaan Kontras Pendidikan di Kota dan di Desa.
Pengertian dan kosnep Pendidikan Pendidikan :
Berdasarkan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencanauntuk mewudjudkan suasana belajar dan proses pembelajaran supaya peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
Tujuan Pendidikan Nasional itu sendiri yang berbunyi “Pendidikan Nasional berfungsi dalam mengembangkan keterampilan dan membentuk watak peserta didik serta membentuk peradaban bangsa yang bermartabat. Namun terdapat dua konsep pemikiran pendidikan itu sendiri dalam buku yang ditulis Paulo Freire yaitu konsep pemikiran secara luas dan konsep secara sempit.
Konsep Pendidikan secara luas diartikan sebagai seluruh kehidupan ialah bagian dari pendidikan itu sendiri yang dimana didalam
semua fasenya adalah Sekolah besar. Sehingga dimana hidup diartikan sebagai sebuah pembelajaran itu sendiri, dan kehidupan itu sediri adalah sekolah, dan roh dunia itu sendiri adalah guru.
Sedangkan secara sempit pendidikan itu sendiri diartikan sebagai pengaruh yang diusahakan oleh sekolah, yang secara teknis disebutkan demikian pada diri pribadi manusia itu sendiri.
Sekolah sendiri merupakan institusi yang menunjuk dirinya sendiri tugas mengembangkan kesadaran diri dan kemapuan anggota-anggota ras manusia hingga sempurna.
Analisis Pendapat Tentang Pendidikan di Indonesia :
Pentingnya Pendidikan,
Pendidikan adalah suatu hal yang penting dalam kehidupan. Pendidikan sebagai fondasi untuk mengembangkan berbagai aspek kehidupan individu dan masyarakat. Dengan pendidikan, seseorang dapat berpikir kritis, memahami dunia dengan baik, memiliki peluang yang lebih baik dalam karier dan kehidupan sosial. Hal ini mencerminkan pandangan bahwa pendidikan bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan
keterampilan hidup.
Meskipun sebagian besar masyarakat masih memiliki anggapan bahwa pendidikan dari sudut pandang pragmatis bahwa Pendidikan untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kualitas hidup dengan peningkatan pendapatan. Sebagian Masyarakat juga masih berpikir bahwa pendidikan tidak penting karena percuma sekolah tinggi tapi masih juga belum mendapatkan pekerjaan, masih saja menjadi buruh seperti mereka yang tamatan SMP atau SMA misalnya lebih buruknya lagi membandingkan diri mereka yang tidak sekolah tinggi saja mendapatkan pekerjaan bahkan bisa membuka usaha.
Hal seperti ini masih banyak dijumpai di daerah perdesaan dengan pemikiran sempit dan kurang pengetahuan tentang makna dan arti dari pendidikan itu sendiri, namun ini tidaklah semerta-merta terjadi tanpa alasan karena masih banyak mereka jumpai anak-anak yang lulusan Sarjana yang masih menganggur karena belum mendapatkan pekerjaan, tidak punya skil dan pengetahuan yang mempuni sesuai dengan pendidikan mereka, dan faktor lain adalah kondisi ekonomi masyarakat yang cendrung tidak mencukupi untuk biaya sekolah anak-anak mereka, akses kesekolah yang terlalu jauh dan biaya pendidikan yang semangkin tinggi setiap tahunnya. Hal ini menjadi masalah pendidikan dipelosok.
Ketimpangan Fasilitas Pendidikan,
Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pendidikan merupakan komponen penting yang harus diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, 92,86% fasilitas pendidikan di Indonesia belum merata dibangun dengan kualitas dan standar yang sesuai. Kondisi ini mencerminkan kesenjangan signifikan antara pendidikan di perkotaan dan pedesaan.
Di daerah pelosok seperti di pedalaman Indonesia masih sangat kurang bahkan tidak layak, bahkan ada beberapa sekolah yang tidak memiliki bangku, atap yang bocor dan papan tulis yang layak serta toilet yang layak untuk guru dan murid. Ketimpangan fasilitas pendidikan ini turut mempengaruhi
kualitas pendidikan di berbagai daerah. pemerataan fasilitas pendidikan masih menjadi tantangan besar di Indonesia, yang berdampak pada akses dan kualitas pendidikan yang diterima siswa di berbagai wilayah khususnya di daerah perdesaan.
Kualitas Pendidikan
Pandangan tentang kualitas pendidikan di Indonesia cenderung bervariasi, meskipun banyak yang menyoroti perlunya peningkatan. Beberapa penelitian menyatakan bahwa “kualitas Pendidikan di Indonesia Kurang efektif dan cenderung tertinggal dengan negara lain” dan “Tertinggal dan jauh
dari kata unggul.” Pendangan ini juga mengindikasikan bahwa keprihatinan terhadap posisi sistem pendidikan Indonesia dalam konteks global.
Sementara itu salah satu penelitian juga memberikan analisis yang lebih komprehensif dengan menyatakan “Keadaan pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan besar, seperti ketimpangan akses dan kualitas antar daerah, kurangnya fasilitas di wilayah terpencil, serta perlunya peningkatan kualitas guru. Meskipun ada kemajuan, pemerataan dan kualitas pendidikan masih menjadi isu utama.” Pendapat ini mencerminkan realitas kompleks dalam sistem pendidikan Indonesia, di mana kemajuan dan tantangan berjalan beriringan.
Hal ini merupakan kejadian nyata yang terjadi dilapangan kalau kita amati dan analisis bersama di media sosial banyak kita jumpai permasalahan yang terjadi di daerah pelosok bukan hanya fasilitas Pendidikan. Bisa dilihat lebih dalam lagi adalah tenaga pendidik yang kurang kompeten dan profesional, tidak ada pendampingan belajar kepada peserta didik, pungutan kepada peserta didik, pemamfaatan dana BOS tidak tepat sasaran, ketidak bermanfaatnya komite sekolah, guru bolos mengajar, kurangnya buku pegangan siswa, kekerasan terhadap peserta didik dan KKN di sekolah.
Kesenjangan Pendidikan Perkotaan dan Pedesaan
Semua penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kualitas pendidikan antara perkotaan dan daerah pedesaan. Kesenjangan ini terlihat dalam berbagai aspek, mulai dari fasilitas hingga sumber daya manusia.
Di kota banyak kita jumpai banyak sekolah elite dengan fasilitas yang mendukung sedangkan di daerah sering kali fasilitasnya kurang dan tenaga pendidikannya pun tidak sebaik di kota. Hal ini menunjukkan bagaimana ketidakmerataan sumber daya menjadi isu fundamental dalam sistem pendidikan Indonesia.
Kesenjangan ini juga tercermin dalam aspek teknologi dan informasi, Di perkotaan, fasilitas dan akses pendidikan umumnya lebih baik, sementara di daerah, terutama yang terpencil, sering kali kekurangan sarana, tenaga pedidik berkualitas, dan akses teknologi yang tidak ada. Contoh nyata saat pelaksanaan TKA yang baru saja berlangsung sekolah yang berada di daerah terpencil mengalami kendalam dalam hal fasilitas dan kemampuan anakanak dalam mengoperasikan perangkat elektronik seperti computer atau lektop.
Hal terjadi karena tidak ada pembelajaran Computer di sekolah dan tidak ada computer atau lektop. Meskipun sekolah memiliki perangkat tersebut tetap saja tidak bisa dioperasi dengan baik dan maksimal karena masih banyak terdapat daerah terpencil yang belum memiliki listrik dan jaringan internet.
Pendapat ini menggarisbawahi tantangan multidimensi yang dihadapi pendidikan di daerah terpencil, yang tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik tetapi juga kualitas pengajar dan akses informasi. Maka pentingnya pemerataan kualitas pendidikan tanpa memandang status dan keberadaan wilayah institusi, yang pada gilirannya dapat memberikan kesempatan yang setara bagi
semua peserta didik.
Visi Pendidikan Masa Depan
Maka untuk mencapai tujuan pendidikan dalam 10 tahun ke depan. Perlu ditekankan adaptasi terhadap perkembangan teknologi untuk seluruh daerah yang ada di Indonesia bukan hanya berpusat di perkotaan saja.
Selain itu perlu meningkatkan kualitas pengajar dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar menciptakan Pendidikan yang setara disetiap daerah yang ada di Indonesia. Pendidik juga perlu memiliki keterampilan berbagai pendekatan belajar yang berfokus pada kesejahteraan psikologis siswa untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif
yang bisa menggali keterampilan peserta didik.
Harapan untuk Pendidikan Indonesia
Harapan untuk pendidikan Indonesia kedepan harus adanya kemajuan dan pemerataan. Seperti terciptanya sistem Pendidikan yang merata dan berkualitas, di mana semua anak memilki akses ke pendidikan yang layak, guru yang kompeten, dan fasilitas memadai, tanpa memandang lokasi atau latar belakang ekonomi.
Dengan begitu pendidikan bisa menjadi pondasi kuat bagi kemajuan bangsa. Semua ini mencerminkan aspirasi untuk sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, yang dapat menjadi landasan untuk pembangunan nasional. Semakin berkembang dan bisa menyaingi negara maju dan biisa bersaing di kancah internasional. (e)

Penulis : Venansius Kusnandi M.Pd.
Praktisi Pendidikan.
Waka Sekjen PP PMKRI 2022-2024.

