Berita Terkini,Ekonomi

“Tak Sekadar Batik, UMKM Tulang Bawang Barat Libatkan Disabilitas Hasilkan Karya Bernilai Jual “

Spread the love

Harian Semangat.com

Jakarta,  The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT), pameran kerajinan tangan terbesar dan terlengkap se-Asia Tenggara kembali hadir pada tanggal 4-8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tulang Bawang Barat terus menunjukkan tren positif. Tidak hanya mengangkat produk lokal unggulan, pembinaan UMKM di daerah ini juga mengedepankan prinsip inklusivitas, dengan melibatkan penyandang disabilitas agar mampu berkarya dan menghasilkan secara ekonomi.

Salah satu produk unggulan yang terus didorong adalah Batik Tulis Ecopark, yang menjadi identitas ekonomi kreatif khas Tulang Bawang Barat. Batik ini mengangkat motif alam, budaya lokal, serta nilai-nilai lingkungan yang selaras dengan konsep ekopark yang menjadi ciri daerah tersebut.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tulang Bawang Barat, Novianti Nofriwan, menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pemberdayaan sumber daya manusia, termasuk kelompok Disabilitas

“UMKM Tulang Bawang Barat kami dorong untuk tumbuh secara berkelanjutan dan inklusif. Melalui Dekranasda, kami membina perajin Batik Tulis (Ecopark ) sekaligus membuka ruang kreativitas bagi penyandang disabilitas agar dapat berkarya dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Novianti.

Selain batik, pembinaan juga menyasar sektor seni lukis yang melibatkan penyandang disabilitas. Melalui pelatihan dan pendampingan, para disabilitas diberikan kesempatan belajar melukis, mengekspresikan ide, serta menghasilkan karya seni yang memiliki nilai jual.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tulang Bawang Barat, Ahmad Nazarudin, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi daerah dalam menciptakan UMKM yang kuat sekaligus berdampak sosial.

“Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan usaha, tetapi juga bagaimana UMKM bisa menjadi sarana pemberdayaan. Lukisan hasil karya disabilitas ini terbukti memiliki nilai ekonomi dan dapat dipasarkan, sehingga memberi penghasilan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka,” jelas Ahmad Nazarudin.

Menurutnya, sinergi antara Dekranasda, Dinas Koperasi dan UMKM, serta komunitas kreatif menjadi kunci dalam mendorong produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat berharap Batik Tulis Ecopark dan karya seni lukis disabilitas dapat terus dikembangkan, dipromosikan, dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif daerah. Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen Tubaba dalam membangun ekonomi yang berkeadilan, berdaya saing, dan ramah bagi semua kalangan.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *