Harian Semangat.com
Jakarta. Ketua Dewan Pengawas Kampus Utama Medan, Drs. Ali Ibrahim Akbar, M.Pd, menghadiri Munas VI Hidayatullah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 21 Oktober 2025.
Drs. Ali Ibrahim Akbar, M.Pd, menjelaskan bahwa pentingnya peran organisasi Hidayatullah dalam memperkuat dakwah dan pendidikan Islam di tengah tantangan era digital. Hal itu disampaikannya ke media saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah.
Menurut Ali Ibrahim, perkembangan teknologi dan arus informasi yang cepat menuntut dunia dakwah dan pendidikan Islam untuk lebih adaptif dan kreatif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan.
“Era digital harus kita jadikan sebagai ruang dakwah baru. Generasi muda hari ini hidup di dunia digital, sehingga pendekatan dakwah dan pendidikan juga perlu menyesuaikan agar nilai-nilai Islam tetap relevan dan mudah diterima,” ujar Ali Ibrahim.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pasca-Munas VI ini, Hidayatullah di seluruh daerah, termasuk Medan, akan fokus pada penguatan kemandirian ekonomi umat dan pemberdayaan masyarakat.
“Kemandirian ekonomi menjadi salah satu kunci kekuatan umat. Karena itu, kami akan terus mendorong pengembangan ekonomi berbasis pesantren, koperasi syariah, dan usaha mikro masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” tambahnya.
Selain itu, Ali Ibrahim menegaskan bahwa dalam konteks kebangsaan, Hidayatullah berkomitmen untuk menjadi bagian dari gerakan dakwah yang menyejukkan dan memperkuat persatuan umat.
“Indonesia ini beragam, dan dakwah harus hadir sebagai perekat, bukan pemecah. Hidayatullah berperan menjaga nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan penuh semangat kebangsaan,” ujarnya menegaskan.
Munas VI Hidayatullah yang berlangsung pada 21–24 Oktober 2025 di Asrama Haji Pondok Gede ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Forum lima tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat di tengah dinamika zaman yang terus berubah.
“Kami berharap hasil Munas VI ini mampu melahirkan keputusan-keputusan yang visioner dan relevan dengan kebutuhan umat di masa kini. Dakwah dan pendidikan Islam harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, agar pesan-pesan Islam tetap hidup dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” pungkasnya.

